Stockholm Syndrome!

Image Courtesy of my.voyager.net
Tidak sengaja hari ini mendengarkan koleksi lagu-lagu mp3 saya yang lama, saya cukup heran ada 2 lagu dari dua band yang cukup terkenal di Indonesia yaitu Blink-182 dan Muse. Judul lagu tersebut sama dengan judul yang saya ambil pada posting kali ini, yaitu Stockholm Syndrome.
Penasaran dengan judul lagu itu, saya pun mulai mencari tahu apa arti dari istilah Stockhom Syndrome. Pertama saya pikir sindrom ini pasti masih berhubungan dengan yang namanya Swedia. Dan ternyata dugaan saya tidak meleset juga, sindrom ini pertama kali berasal dari kejadian perampokan sebuah bank yang berada di Norrmalmstorg, Stockholm, Swedia.
Stockholm Syndrome adalah sebuah respon psikologis atau emosional dari seorang sandera terhadap penyanderanya. Respon psikologis tersebut berupa rasa simpati -yang awalnya mungkin benci- terhadap penyandera. Seperti pada kejadian perampokan bank di Norrmalmstorg tersebut, setelah enam hari disandera para tawanan menolak untuk diselamatkan oleh pihak kepolisian dan menolak untuk memberikan kesaksian yang memberatkan para perampok.
Kejadian yang mirip juga terjadi di Amerika Serikat, saat Patty Hearst disandera oleh sebuah kelompok politik radikal, Symbionese Liberation Army (SLA) pada tahun 1974. Setelah beberapa hari disandera Patty Hearst berbalik menjadi pendukung SLA, bahkan ikut terlibat pada beberapa perampokan bank.
Biasanya, Sockholm Syndrome ini mudah menyerang para wanita -walaupun tidak tertutup kemungkinan lelaki juga-, karena wanita cenderung sensitif terhadap sesuatu. Para wanita akan dengan ’senang hati’ dipengaruhi oleh dogma-dogma dari penculik. Terlebih lagi jika tujuan penculik tersebut masuk di akal (baca: mulia) seperti misalnya merampok bank untuk kemudian uangnya dibagi-bagikan kepada rakyat kecil (Robin Hood?), atau jika tujuan penculik untuk membebaskan dunia dari kapitalisme dan lain-lain.
Sudah cukup banyak kita saksikan film-film buatan Holywood maupun dari dalam negeri yang mengisahkan tentang gadis yang diculik kemudian malah berbalik mendukung (jatuh cinta?) kepada si penculik seperti James Bond 007 ‘The World is not Enough’, dan lain sebagainya.
Pikiran liar saya mulai berimajinasi setelah mengetahui arti Stockholm Syndrome ini. Saya menghayal bagaimana jika suatu hari saya menculik seorang gadis cantik kemudian gadis tersebut berbalik jatuh cinta dengan saya, kemudian saya nikahi dia, ah.. sudahlah.., nanti dimarahi John Lennon *Dasar Pemimpi!*
About this entry
You’re currently reading “Stockholm Syndrome!,” an entry on ..the other side of me, myself, and mine..
- Published:
- March 15, 2007 / 10:26 pm
- Category:
- Syndromes!
- Tags:
2 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]