Pak Kos, atap kamar saya bocor!

rain-raw.jpg

Image Courtesy of dsandler.org

Tiga hari terakhir Jogja diguyur hujan cukup deras. Kemarin ketika pulang dari jaga posronda ini, saya kehujanan dikarenakan jas hujan saya ketinggalan di supermarket dan belum saya bayar. :)

Sesampainya di kos, saya cukup kagum melihat kamar saya telah digenangi air. Seluruh inventaris kamar basah terutama sekali kasur, karena kasur saya masih nempel di lantai -maklum anak kos jarang ada yang punya dipan-. Karena sudah kecapaian, saya memutuskan untuk tidak membereskan dan menguras kamar. Saya langsung cabut dari kos untuk mengungsi ke kos teman.

Sampai hari ini saya belum melapor kepada Bapak Kos perihal kamar saya yang bocor tersebut. Saya tidak ingin merepotkan beliau, terlebih lagi satu-satunya anak kos yang belum bayar uang kos adalah saya. Jadi, saya malu sendiri jika saya menuntut hak sedangkan kewajiban belum mampu saya lunasi.

Hanya di dinding posronda inilah, coretan (baca: laporan) ini saya tulis dengan harapan semoga Bapak Kos membaca coretan ini. Tetapi sepertinya harapan saya ini tidak akan terkabulkan mengingat penetrasi akses internet di Indonesia cukup rendah. :(

Akhir kata, saya hanya bisa ‘berteriak’: “Pak Kos, atap kamar saya bocor!”


About this entry