Broken Links Syndrome!
Sepertinya saya harus mentahbiskan diri saya sebagai pakar sindroma.
Karena ini adalah tulisan saya yang kali ketiganya menulis tentang sindrom-menyindrom. Kali ini sindrome yang saya bahas adalah Broken Links Syndrome. Jika Anda semua berusaha keras mencari di Google tentang sindrom ini, saya sangat yakin Anda tidak akan menemui satupun artikel yang tepat.
+++
Mungkin kita semua pernah mengunjungi sebuah situs contohnya Wikipedia atau katakanlah kita mencari sebuah artikel yang menarik bagi kita melalui bantuan Om Google, kemudian kita mendapatkan artikel tersebut. Setelah kita buka dan membaca beberapa kalimat dari artikel tersebut, ternyata di dalam artikel itu kita disuguhi juga link-link yang mungkin menarik bagi kita untuk mengkliknya. Rasa-rasanya tangan ini tidak bisa untuk tidak mengklik link tersebut.
Ee, belum selesai kita membaca artikel yang kita cari tersebut, kita telah berpindah ke artikel lain lagi -walaupun mungkin masih ada kaitan dengan artikel yang pertama-, dan di dalam artikel lain tersebut, lagi-lagi kita disuguhi link-link menuju ke artikel yang lain lagi. Belumlah matang ilmu yang kita dapat dari artikel yang pertama, kita sudah berpindah ke artikel yang kedua, kemudian pindah lagi ke artikel yang ketiga begitu seterusnya. Alhasil ilmu kita masih mentah karena membacanya hanya sedikit sekali.
Dan ketika kita ingat bahwa kita belum selesai membaca artikel yang pertama tadi serta berniat untuk menyelesaikannya, ternyata si Bos di kantor sudah di belakang kita dan mencak-mencak: “Jangan menghabiskan benwit kantor, mahal tau!”
About this entry
You’re currently reading “Broken Links Syndrome!,” an entry on ..the other side of me, myself, and mine..
- Published:
- March 28, 2007 / 5:05 am
- Category:
- Curhat, Syndromes!
- Tags:
No comments yet
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]